Bahasa Indonesia SMA/MA
Media Pembelajaran & Sumber Belajar Bahasa Indonesia SMA/MA

Jumat, Januari 02, 2026

Teks Eksplanasi

 Kepo Sama Fenomena Alam? Kenalan Dulu Sama Teks Eksplanasi! (Materi Kelas X Fase E)

Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya:

"Kenapa sih langit warnanya biru?"

"Kok bisa ya video TikTok jadi viral banget dalam semalam?"

"Gimana sih proses terjadinya hujan es yang bikin heboh kemarin?"

Kalau kamu punya rasa ingin tahu (kepo) yang tinggi terhadap proses terjadinya sesuatu, selamat! Kamu sudah punya modal dasar untuk memahami materi Bahasa Indonesia kita kali ini: Teks Eksplanasi.

Di Fase E ini, kita nggak cuma belajar nulis, tapi kita belajar berpikir logis dan runtut. Yuk, kita bedah materi ini tanpa bikin pusing!

Apa Itu Teks Eksplanasi?

Secara sederhana, Teks Eksplanasi adalah teks yang menceritakan proses terjadinya suatu fenomena, baik itu fenomena alam, sosial, budaya, hingga ilmu pengetahuan.

Kata kuncinya adalah: MENGAPA (Why) dan BAGAIMANA (How).

Beda dengan Teks Narasi yang isinya dongeng atau cerita fiksi, Teks Eksplanasi itu faktual. Isinya bukan opini curhat penulisnya, tapi fakta ilmiah atau data nyata yang menjelaskan hubungan sebab-akibat.

Struktur Teks Eksplanasi (Anatomi Teks)

Supaya penjelasanmu nggak muter-muter, teks eksplanasi punya struktur wajib. Bayangkan seperti struktur tubuh manusia: ada kepala, badan, dan kaki.

1. Pernyataan Umum (Identifikasi Fenomena)

Ini adalah "wajah" dari tulisanmu. Di sini, kamu mengenalkan apa yang mau dibahas.

Isinya: Definisi singkat atau pengenalan fenomena.

Contoh: "Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi..."

2. Deretan Penjelas (Rangkaian Kejadian)

Ini adalah "badan" atau inti dari teksmu. Bagian ini menjawab pertanyaan Bagaimana dan Mengapa.

Isinya: Penjelasan detail tentang proses sebab-akibat. Biasanya terdiri dari beberapa paragraf.

Contoh: "Gempa tektonik terjadi karena pergeseran lempeng... Ketika lempeng bertabrakan, energi terkumpul hingga akhirnya..."

3. Interpretasi (Ulasan/Simpulan)

Ini adalah bagian penutup atau "kaki".

Isinya: Kesimpulan singkat atau intisari dari fenomena yang dibahas. Bagian ini opsional (boleh ada, boleh tidak), tapi sebaiknya ada biar tulisanmu tuntas.

________________________________________

Ciri-Ciri Kebahasaan (Biar Nggak Salah Kostum)

Teks Eksplanasi punya gaya bahasa yang khas. Kalau kamu nulis pakai bahasa puisi yang mendayu-dayu, berarti salah kostum. Ini ciri khasnya:

Fokus pada Hal Umum (Generik): Membahas fenomena, bukan orang. Contoh: membahas "Banjir", bukan "Banjir di rumah Pak Budi".

Menggunakan Istilah Ilmiah: Karena berbasis fakta, sering muncul kata teknis. Contoh: fotosintesis, urbanisasi, inflasi, magnitudo.

Konjungsi Kausalitas (Sebab-Akibat): Kata hubung yang menunjukkan alasan. Contoh: sebab, karena, oleh karena itu, akibatnya, sehingga.

Konjungsi Kronologis (Waktu): Kata hubung yang menunjukkan urutan. Contoh: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.

Kata Kerja Pasif: Lebih sering menggunakan "di-" atau "ter-" karena fokusnya pada kejadiannya, bukan pelakunya. Contoh: terlihat, terbagi, dimulai.

Contoh Singkat Bedah Struktur

Biar makin paham, lihat contoh analisis fenomena "Pelangi" di bawah ini:

Struktur Cuplikan Teks

Pernyataan Umum Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi berupa cahaya warna-warni sejajar yang tampak di langit.

Deretan Penjelas Pelangi terbentuk karena pembiasan cahaya matahari oleh tetesan air hujan. Cahaya matahari melewati tetesan air, kemudian dibelokkan menjadi berbagai warna spektrum...

Interpretasi Jadi, pelangi hanya bisa dilihat jika posisi matahari berada di belakang pengamat dan hujan ada di depan pengamat.


Tips Jago Nulis Teks Eksplanasi (Anti Hoaks!)

Di era informasi yang cepat ini, skill menulis eksplanasi itu mahal harganya. Kamu belajar menyampaikan fakta secara runut biar orang nggak salah paham.

1. Riset Itu Wajib: Jangan ngarang! Cari sumber valid (jurnal, berita terpercaya) sebelum menulis.

2. Gunakan Pola Pikir Logis: Pastikan paragraf satu dengan yang lain nyambung. Jangan lompat-lompat.

3. Sederhanakan Bahasa: Kalau pakai istilah sulit, jelaskan artinya. Ingat, tujuannya memahamkan pembaca, bukan pamer kepintaran.

Kesimpulan

Belajar Teks Eksplanasi di Kelas X Fase E ini melatih kita untuk berpikir kritis dan ilmiah. Kita diajak untuk tidak sekadar "menerima" kejadian, tapi mencari tahu akar masalah dan prosesnya.

Jadi, fenomena apa yang mau kamu bedah hari ini? Kemacetan lalu lintas? Fenomena Citayam Fashion Week? Atau proses terjadinya Global Warming?

Yuk, mulai menulis dan jadilah pencerah bagi sekitarmu!

________________________________________

Mau latihan? Coba tuliskan satu fenomena unik yang terjadi di sekolahmu dalam kolom komentar dengan struktur sebab-akibat!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar