Memahami Struktur dan Kebahasaan Teks Negosiasi
Bahasa Indonesia Kelas X Fase E
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berhadapan dengan situasi yang menuntut adanya kesepakatan, baik saat menawar harga, membagi tugas kelompok, maupun menentukan keputusan bersama. Semua itu melibatkan negosiasi. Agar negosiasi berjalan efektif, kita perlu memahami bagaimana teks negosiasi disusun dan bagaimana bahasa digunakan di dalamnya.
Melalui materi ini, kalian akan belajar menganalisis struktur teks negosiasi, mengenali ciri kebahasaannya, serta memahami fungsi bahasa dalam mencapai kesepakatan.
Apa Itu Teks Negosiasi?
Teks negosiasi adalah teks yang memuat proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang memiliki perbedaan kepentingan dengan tujuan mencapai kesepakatan bersama. Biasanya disajikan dalam bentuk dialog dan menggunakan bahasa yang santun, persuasif, serta logis.
A. Struktur Teks Negosiasi
Struktur teks negosiasi menunjukkan tahapan komunikasi yang ditempuh oleh para pihak hingga tercapai (atau tidak tercapai) kesepakatan. Secara umum, struktur teks negosiasi terdiri atas lima bagian berikut.
1. Orientasi
Orientasi adalah bagian pembuka dalam teks negosiasi. Fungsinya untuk:
-
membuka percakapan,
-
memperkenalkan pihak-pihak yang bernegosiasi,
-
menciptakan suasana komunikasi yang sopan dan kondusif.
Biasanya ditandai dengan salam atau sapaan.
Contoh:
“Selamat pagi, Pak. Saya ingin menanyakan harga buku ini.”
2. Pengajuan
Pengajuan adalah bagian ketika salah satu pihak:
-
menyampaikan kebutuhan, keinginan, atau masalah,
-
mengemukakan tujuan utama negosiasi.
Pada tahap inilah perbedaan kepentingan mulai terlihat.
Contoh:
“Apakah harganya bisa lebih murah kalau saya membeli dua?”
3. Penawaran
Penawaran merupakan inti dari proses negosiasi, ditandai dengan:
-
adanya tawar-menawar,
-
munculnya alternatif solusi,
-
terjadinya proses kompromi antarpihak.
Pada bagian ini, masing-masing pihak berusaha menyesuaikan kepentingannya.
Contoh:
“Kalau dua buku, saya beri harga empat puluh lima ribu per buku.”
4. Persetujuan / Kesepakatan
Bagian ini menunjukkan:
-
adanya titik temu,
-
keputusan yang disetujui bersama,
-
berakhirnya proses tawar-menawar.
Jika tidak ada kesepakatan, berarti negosiasi gagal.
Contoh:
“Baik, saya setuju dengan harga itu.”
5. Penutup
Penutup berfungsi untuk:
-
mengakhiri percakapan dengan sopan,
-
menegaskan kembali kesepakatan,
-
menjaga hubungan baik antarpihak.
Biasanya ditandai dengan ucapan terima kasih atau salam penutup.
B. Kebahasaan Teks Negosiasi
Selain struktur, teks negosiasi memiliki ciri kebahasaan khas yang membedakannya dari teks lain.
1. Tuturan Persuasif
Tuturan persuasif adalah tuturan yang bertujuan membujuk atau meyakinkan pihak lain tanpa memaksa.
Biasanya menggunakan kata atau ungkapan seperti:
sebaiknya, mungkin, alangkah baiknya, apakah bisa, bagaimana kalau.
Contoh:
“Bagaimana kalau harganya diturunkan sedikit?”
2. Kalimat Deklaratif dan Interogatif
-
Kalimat deklaratif digunakan untuk menyampaikan informasi atau pendapat.
Contoh:“Harga ini sudah termasuk diskon.”
-
Kalimat interogatif digunakan untuk bertanya atau meminta pertimbangan.
Contoh:“Apakah masih bisa dinegosiasikan?”
Kedua jenis kalimat ini membuat komunikasi dalam negosiasi lebih hidup dan efektif.
3. Pasangan Tuturan
Pasangan tuturan adalah dua tuturan yang saling berkaitan, misalnya:
-
pertanyaan – jawaban,
-
penawaran – persetujuan,
-
permintaan – penolakan.
Contoh:
“Bisa kurang, Kak?” → “Bisa, tapi tidak banyak.”
Pasangan tuturan menunjukkan adanya interaksi timbal balik dalam negosiasi.
4. Kalimat Perbandingan atau Analogi
Kalimat perbandingan atau analogi digunakan untuk:
-
memperkuat alasan,
-
meyakinkan lawan bicara,
-
membuat argumen lebih logis.
Contoh:
“Harganya hampir sama dengan toko sebelah, tetapi kualitasnya lebih bagus.”
C. Fungsi Bahasa dalam Negosiasi
Penggunaan unsur kebahasaan yang tepat memiliki peran penting dalam keberhasilan negosiasi, antara lain:
-
Tuturan persuasif membantu menjaga suasana tetap santun dan tidak memicu konflik.
-
Kalimat interogatif membuka ruang diskusi dan penyesuaian kepentingan.
-
Kalimat deklaratif memberi kejelasan informasi dan menghindari salah paham.
-
Pasangan tuturan menjaga alur dialog tetap seimbang dan komunikatif.
-
Kalimat perbandingan/analogi memperkuat argumen secara logis.
Dampaknya:
-
peluang tercapai kesepakatan lebih besar,
-
hubungan antar pihak tetap baik,
-
komunikasi menjadi efektif, etis, dan produktif.
D. Penutup
Memahami struktur dan kebahasaan teks negosiasi tidak hanya penting untuk pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan ini, kalian akan lebih terampil berkomunikasi, berargumentasi, dan mencari solusi bersama.
Pada tahap berikutnya, kalian akan berlatih menganalisis teks negosiasi dan menyusunnya sendiri berdasarkan situasi nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar