Baca: refleksi-awal-pembelajaran-setelah-libur-sekolah
Menulis dan Mengapresiasi Puisi
Pembelajaran Sastra Berbasis Joyful Learning (Kelas XI Fase F)
Puisi tidak hanya untuk dianalisis, tetapi juga untuk dirayakan. Menulis dan mengapresiasi puisi memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan, gagasan, dan imajinasi secara bebas. Melalui pendekatan joyful learning, pembelajaran puisi diarahkan agar menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, membebaskan, dan memotivasi, tanpa menghilangkan kedalaman makna.
Pada kelas XI Fase F, kegiatan menulis dan mengapresiasi puisi menjadi sarana penting untuk membangun kepercayaan diri, kreativitas, serta keberanian menyampaikan suara pribadi.
Makna Joyful Learning dalam Pembelajaran Puisi
Joyful learning adalah pendekatan pembelajaran yang menciptakan suasana:
Aman dan menyenangkan
Menghargai proses, bukan hanya hasil
Bebas dari rasa takut salah atau dihakimi
Dalam konteks puisi, joyful learning berarti:
Setiap siswa bebas menulis dengan gaya dan suara sendiri
Tidak ada tafsir tunggal dalam mengapresiasi puisi
Ekspresi emosi dan pengalaman pribadi dihargai
Dengan pendekatan ini, puisi menjadi ruang bermain kata yang bermakna.
Menulis Puisi sebagai Ekspresi Diri
Menulis puisi adalah proses menyusun pengalaman batin ke dalam bahasa yang padat dan imajinatif. Agar proses ini terasa menyenangkan, siswa perlu didorong untuk menulis tanpa tekanan teknis di tahap awal.
Langkah Menulis Puisi secara Joyful
- Menemukan Inspirasi dari Hal DekatInspirasi dapat berasal dari pengalaman sehari-hari: sekolah, keluarga, pertemanan, mimpi, atau kegelisahan remaja.
- Menuliskan Perasaan secara BebasSiswa menulis draf awal tanpa memikirkan rima atau aturan. Fokus pada kejujuran perasaan.
- Memilih Kata yang Paling “Hidup”Dari tulisan awal, siswa memilih kata atau frasa yang paling kuat dan bermakna.
- Menyusun Larik dan BaitKata-kata disusun menjadi larik dan bait sesuai irama yang dirasakan.
- Menyunting secara SederhanaPenyuntingan dilakukan untuk memperjelas makna, bukan menghilangkan keunikan gaya pribadi.
Mengapresiasi Puisi dengan Rasa Senang
Mengapresiasi puisi bukan mencari kekurangan, melainkan menemukan keindahan dan makna.
Bentuk Apresiasi Puisi
Membacakan puisi dengan ekspresi
Memberi tanggapan positif terhadap karya teman
Menyampaikan perasaan setelah membaca puisi
Menuliskan refleksi singkat tentang makna puisi
Dalam joyful learning, apresiasi dilakukan dengan bahasa yang membangun, seperti:
“Bagian yang paling saya suka adalah…”
“Puisi ini membuat saya merasa…”
Aktivitas Joyful Learning di Kelas
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan:
- Puisi EstafetSiswa menulis satu larik puisi, lalu dilanjutkan oleh teman di sebelahnya.
- Puisi dari Gambar atau MusikSiswa menulis puisi berdasarkan gambar, lagu, atau suasana tertentu.
- Panggung Puisi MiniSiswa membacakan puisi secara sukarela di depan kelas.
- Galeri Puisi KelasKarya siswa dipajang di kelas atau blog sekolah sebagai bentuk apresiasi.
Penilaian dalam Joyful Learning
Penilaian menulis dan mengapresiasi puisi difokuskan pada:
Keaslian ide
Keberanian berekspresi
Keterlibatan dalam proses
Kemampuan memberi apresiasi
Dengan demikian, siswa tidak merasa terbebani, tetapi terdorong untuk terus berkarya.
Manfaat Menulis dan Mengapresiasi Puisi
Melalui pembelajaran puisi yang menyenangkan, siswa akan:
Lebih percaya diri menyampaikan perasaan
Terbiasa berpikir kreatif dan reflektif
Menghargai karya dan perbedaan sudut pandang
Menemukan bahwa belajar sastra bisa menjadi pengalaman yang membahagiakan
Penutup
Menulis dan mengapresiasi puisi melalui pendekatan joyful learning menjadikan kelas Bahasa Indonesia sebagai ruang aman untuk berekspresi dan bertumbuh. Puisi tidak lagi terasa sulit atau menakutkan, melainkan menjadi media untuk merayakan suara diri dan kemanusiaan.
Dengan pembelajaran yang menyenangkan, puisi akan selalu menemukan tempat di hati siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar