Pengertian Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya berperan sebagai pelaku perbuatan yang dinyatakan oleh predikat. Kalimat aktif umumnya menggunakan verba transitif, yaitu kata kerja yang memerlukan objek.
Dosen itu mengangkat seorang asisten baru.
Saya harus menyelesaikan tugas ini.
Pengertian Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya tidak berperan sebagai pelaku, melainkan sebagai sasaran perbuatan yang dinyatakan oleh predikat.
Contoh kalimat pasif:
Seorang asisten baru diangkat oleh dosen itu.
Tugas ini harus saya selesaikan.
Bentuk Kalimat Pasif dalam Bahasa Indonesia
Pemasifan dilakukan dengan dua cara:
Menggunakan prefiks di-
Contoh: Buku itu dibaca oleh siswa.
Menggunakan verba tanpa prefiks di-
Contoh: Tugas ini harus saya selesaikan.
Perhatikan pula contoh berikut:
Kaki saya tersandung batu.
Mereka kedinginan dari tadi.
Pada kedua kalimat tersebut, subjek berfungsi sebagai sasaran perbuatan, sehingga termasuk kalimat pasif.
Contoh Soal Kalimat Pasif
Penggunaan bentuk pasif yang tidak tepat terdapat pada kalimat …
a. Ia akan kerjakan tugas itu setelah makan.
b. Pelarian itu belum diketahui persembunyiannya.
c. Semua PR Bahasa Indonesia sudah dikerjakan.
d. Jangan kau biarkan mereka mencemarkan namamu.
e. Siapa yang bersalah akan diberi sanksi berat.
Kunci Jawaban: A
Pembahasan:
Kalimat tersebut tidak tepat. Bentuk yang benar adalah:
“Tugas itu akan dikerjakannya setelah makan.”
Kalimat Korelatif
Pengertian Kalimat Korelatif
Kalimat korelatif adalah kalimat yang menggunakan konjungtor korelatif, yaitu kata penghubung berpasangan yang memiliki kedudukan sintaksis yang sama.
Contoh Konjungtor Korelatif
baik … maupun …
tidak hanya … tetapi juga …
sedemikian rupa … sehingga …
apa(kah) … atau …
bukan hanya … melainkan juga …
entah … entah …
jangankan … pun …
Contoh Kalimat Korelatif
Baik saya maupun dia suka bekerja keras.
Kita tidak hanya harus setuju, tetapi juga harus patuh.
Hujan turun sedemikian lebat sehingga banjir tidak terelakkan.
Entah disetujui entah tidak, proposal ini tetap diajukan.
Contoh Soal Kalimat Korelatif
Kalimat yang tidak menggunakan kata penghubung korelatif adalah …
a. Baik sopir maupun penumpang harus mendapat jaminan asuransi.
b. Tidak hanya saya yang hadir, tetapi juga semua teman sekelas.
c. Hujan turun sedemikian lebat sehingga banjir tak terelakkan.
d. Kedua golongan itu berdamai walaupun masih ada yang tidak puas.
e. Entah hari ini ulangan atau minggu depan.
Kunci Jawaban: D
Pembahasan:
Kata walaupun bukan konjungtor korelatif.
Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung
Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip secara langsung perkataan seseorang.
Contoh:
Ayah berkata, “Saya akan bertugas ke Bali.”
Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali perkataan seseorang tanpa mengutip langsung.
Contoh:
Ayah mengatakan bahwa ia akan bertugas ke Bali.
Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Kalimat Langsung Kalimat Tidak Langsung
Menggunakan tanda kutip Tidak menggunakan tanda kutip
Kata ganti kamu Kata ganti saya/aku
Kata ganti engkau Kata ganti ia/dia
Klitika –ku Klitika –nya
Kata penunjuk ini Kata penunjuk itu
Contoh Soal Kalimat Tidak Langsung
Dialog:
Aku: “Mau ke mana, Mar?”
Marni: “Mencari adik. Apakah engkau melihat adikku?”
Kalimat tidak langsung yang tepat adalah …
Kunci Jawaban: E
Pembahasan:
Pilihan E paling tepat karena menyampaikan isi dialog tanpa tanda kutip dan dengan perubahan kata ganti yang benar.
Majas dalam Bahasa Indonesia
Pengertian Majas
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk melukiskan sesuatu dengan cara membandingkan atau menyamakan dengan hal lain.
Jenis-Jenis Majas
1. Majas Perbandingan
Perumpamaan: Bagai kambing dihalau ke air.
Metafora: Ia adalah kembang desa.
Personifikasi: Banjir menelan korban jiwa.
Alegori: Mendayung bahtera rumah tangga.
2. Majas Pertentangan
Hiperbola: Suaranya menggelegar membelah angkasa.
Litotes: Terimalah pemberian yang sederhana ini.
Ironi: Pagi sekali datangnya, baru jam delapan.
Paradoks: Hidupnya mewah, tetapi tidak bahagia.
3. Majas Pertautan
Metonimia: Ia mengisap Djarum.
Sinekdoke
Pars pro toto: Tidak kelihatan batang hidungnya.
Totum pro parte: Indonesia meraih emas.
Eufemisme: Penyesuaian harga BBM.
Contoh Soal Majas
Ungkapan lupa daratan berarti …
Jawaban: E (tidak tahu diri)
Peribahasa yang tepat adalah …
Jawaban: B (besar pasak daripada tiang)
Majas metonimia terdapat pada kalimat …
Jawaban: C
Penutup
Materi kalimat aktif dan pasif, kalimat korelatif, kalimat langsung dan tidak langsung, serta majas merupakan bagian penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pemahaman yang baik akan membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan menjawab soal ujian dengan tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar